Agustus 2017, Jogjakarta Saksi Sejarah Tumbuh Kembang Hapkido Indonesia

JOGJAKARTA.HAPKIDOBALIKPAPAN.COM - Mengulang sejarah setahun silam, kembali Kota Budaya Jogjakarta menjadi tempat berlangsungnya "Pesta Akbar" cabang olahraga beladiri Hapkido. Setali tiga uang gelaran acara Kejuaraan Nasional yang ke dua terangkai dengan kegiatan Seminar Wasit dan Seminar Pelatih, mulai dari 24 hingga 30 Agustus yang lalu dengan mengambil tempat di beberapa venue.

LANAL Lampung Gelar Hapkido Open Tournament

BANDAR LAMPUNG.HAPKIDOBALIKPAPAN.COM - Tak kurang 16 tim olahraga beladiri Hapkido dari 7 Propinsi di Indonesia akan berpartisipasi pada gelaran kejuaraan "Hapkido Open Tournament Lanal Lampung 2017" di Bandar Lampung Propinsi Lampung esok (20/5/2017).

Hapkido And Taekwondo Black Wolf Batu Kajang : The Real of Harmony

BATUKAJANG.KABARKALTIM.CO.ID - "Jalan Selaras" yang menjadi filosofi disiplin olahraga beladiri Hapkido terwujud dalam acara yang dilangsungkan oleh Pengurus Dojang Hapkido dan Taekwondo Black Wolf PT. SIMS Batu Kajang Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

UKT Hapkido Pertama di Kalimantan Bermula di Batu Kajang

BATUKAJANG.KABARKALTIM.NET - Torehan sejarah kembali terukir untuk Hapkido Indonesia di Bumi Borneo. Melalui Kabupaten paling selatan Kalimantan Timur, panitia pelaksana kegiatan sukses menggelar acara ujian kenaikan tingkat untuk yang pertama kalinya di Kalimantan bagi para praktisi beladiri asal negeri ginseng ini.

Harmoni Alam Hapkido Penajam

HAPKIDOBALIKPAPAN.COM - Di sela padat jadwal persiapan rangkaian agenda First Geup Grading Hapkido Paser, Pelantikan Pengurus Cabang Balikpapan dan Short Course Hapkido di Samarinda, para pioneer hapkido Kalimantan Timur seolah tak hendak menyia nyiakan kesempatan untuk terus berkembang dan berkarya.

Tampilkan postingan dengan label ABOUT HAPKIDO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABOUT HAPKIDO. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Februari 2022

Kali ke Dua Jefry Kwando Bersama Hapkido

Jefry Kwando

BALIKPAPAN - Sejumlah 7 Delegasi Kabupaten Kota di Kalimantan Timur menyuarakan untuk mendukung Jefry Kwando menahkodai Hapkido Indonesia Propinsi Kaltim kembali setelah tuntas masa kepengurusan 2018-2022. Malam tadi (18/2) melalui media daring Hapkido Indonesia (HI) Kaltim menggelar musyawarah daerah ke dua nya sejak pukul 19.45 Waktu Indonesia Bagian Tengah.

Meliputi Balikpapan, Paser, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat, hadir pula dalam musda tersebut utusan dari Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) Widi Nugroho Sahib.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Widi menyampaikan terimakasih  kebanggaaannya terhadap para penggiat HI di Kalimantan Timur yang telah dengan segala daya dan upaya terus menunjukkan eksitensinya di tengah beragam keterbatasan yang ada saat ini. Hal ini senada dengan LPJ yang dipaparkan Jefry saat agenda pembacaan Laporan berlangsung. Jefry pun menyebutkan bahwa memang tidak ada gading yang tak retak, namun dirinya beserta jajarannya terus akan berupaya memaksimalkan kinerja dan keberadaan Hapkido di Kaltim utamanya terkait pembinaan prestasi.

Minggu, 03 September 2017

Agustus 2017, Jogjakarta Saksi Sejarah Tumbuh Kembang Hapkido Indonesia

JOGJAKARTA.HAPKIDOBALIKPAPAN.COM - Mengulang sejarah setahun silam, kembali Kota Budaya Jogjakarta menjadi tempat berlangsungnya "Pesta Akbar" cabang olahraga beladiri Hapkido. Setali tiga uang gelaran acara Kejuaraan Nasional yang ke dua terangkai dengan kegiatan Seminar Wasit dan Seminar Pelatih, mulai dari 24 hingga 30 Agustus yang lalu dengan mengambil tempat di beberapa venue.

Senin, 08 Februari 2016

Etiket Berlatih Hapkido Indonesia (5)

5. Latihan Hapkido dan hidup keseharian
Latihan Hapkido yang benar dan tepat adalah selalu berlatih tidak hanya sebatas ketrampilan fisik saja, namun harus melatih pikiran kita untuk tetap tenang, tajam, terbuka , terkendali dan harus mampu tetap menciptakan semangat yang tinggi dengan jiwa yang bersih dan tulus, tetap halus dan riang dalam suasana apapun yang terjadi dalam latihan, Hapkido adalah sebuah pembelajaran tentang kehidupan sehari hari agar kita mampu menciptakan keseharian yang lebih baik,  ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari latihan dan secara langsung diterapkan dalam hidup.

Etiket Berlatih Hapkido Indonesia (4)

4. Etiket selama latihan

a. Perhatikan dengan seksama dan tetap diam disaat instruktur mendemonstrasikan tehnik atau memberikan penjelasan,dan katakan secara bersama sama “ Kamsahamnida “ ketika sudah selelsai,  adapun berbicara atau bercakap-cakap dengan siswa lain maupun bermain atau bergerak selama instruktur memberikan contoh adalah tidak sopan.

b. Setelah dojang selesai dibersihkan atau disiapkan, usahakan secepat mungkin berganti pakaian, jangan menunggu instrukur datang maupun jangan biarkan instruktur menunggu terlalu lama untuk memulai latihan.

Etiket Berlatih Hapkido Indonesia (3)

3. Tatacara saat memasuki dojang dan memulai berlatih dan selesai latihan

a. Datang tepat waktu.

b. Jangan membuang  waktu sebelum latihan dengan menunggu dan ngobrol yang tak ada guna, sebaiknya segera berganti dobok dan menyiapkan tempat latihan ( misal : matras), menempatkan bendera dan logo bagi Dojang yang tidak permanen, membersihkan matras / lantai adalah tanggung jawab semua siswa dan hal ini merupakan bagian dari latihan.

c. ketika Instruktur memberi tanda latihan dimulai, peserta latihan segera berbaris dengan berdiri atau duduk sesuai urutan tingkatan / senioritas nya.

Etiket Berlatih Hapkido Indonesia (2)

2. Berpakaian dalam latihan

a. Semua siswa berlatih dengan mengenakan dobok yang bersih, sesuai model dan warna yang ditetapkan untuk masing masing tingkatan, ketentuan ini adalah salah satu bentuk menjaga kerendahan hati pemakainya, untuk anak – anak dibawah usia dini / TK atau dibawah 6 tahun, dapat mengenakan dobok yang disesuaikan, bisa mengkombinasikan baik ukuran maupun asesories warna dengan meminta persetujuan organisasi, sedangkan usia diatas nya memakai dobok warna hitam hingga tingkatan DAN IV, selanjutnya pemakaian Dobok warna selain hitam hanya dipakai oleh Master atau Grandmaster.

Etiket Berlatih Hapkido Indonesia (1)

1. Tempat latihan
a. Dojang pada umumnya memiliki satu sisi yang dipakai sebagai penanda arah menghadap saat kita mulai berlatih, sebaiknya dapat diberikan tanda berupa bedera Merah Putih dan logo Hapkido, bisa pula diberikan tulisan , janji Hapkido Indonesia ataupun gambar dan foto yang mempunyai arti sejarah ataupun menarik sebagai hiasan ruangan untuk menambahkan kesan mendalam dan menumbuhkan motivasi dan semangat saat berlatih.
Penghormatan kepada bendera, logo atau foto sebagai tanda saja bahwa kita menghormati ( bukan menyembah ) dan siap menjalankan latihan sepenuh hati, dan berprestasi untuk  pada nusa bangsa.

Sabtu, 12 Desember 2015

Master Yoyok : Hapkido Akan Besar di Indonesia

Saibumi.com, Bandar Lampung - Master Vincentius Yoyok Suryadi, akrab disapa Master Yoyok (51), pendiri Hapkido Indonesia menyebut Hapkido sebagai kelahirannya kembali. Berbagai hal seputar olahraga beladiri asal Korea Selatan dan dirinya tersebut terungkap dalam wawancara dengan Saibumi.com di lantai 2 Hotel Amalia Jl Radin Intan Bandar Lampung, Sabtu 9 Mei 2015.
"Hapkido bukan bela diri pertama yang saya geluti. Saya belajar Taekwondo lebih dulu, sejak 1979. Baru pada 1999 saya belajar Hapkido. Itu juga dengan tanpa meninggalkan taekwondo. Selain Taekwondo dan Hapkido, saya juga belajar bela diri yang lain seperti Aikido," kata Master Yoyok mengawali.
Tertarik dan mendalami Taekwondo langsung ke negara asalnya membuatnya mengenal Hapkido. "Kalau dari sejarahnya Hapkido sendiri di Korea Selatan sudah muncul sejak 1950. Nah, saat saya mendalami Taekwondo langsung disana, saya mulai kenalan dengan Hapkido. Mulai belajar juga. Lalu 2009 bertemu dengan Master Don Oh Choi yang sekarang menjadi Presiden Hapkido dunia. Dia yang mengajak dan mendorong saya buat dirikan Hapkido di Indonesia. Tidak secara persis langsung menunjuk saya, karena yang belajar Hapkido asal Indonesia bukan hanya saya," lanjut dia bercerita.
Dorongan dari Master Don Oh Choi sempat mengendap lama. "Setiap saat ketemu lagi, ajakan yang sama terulang lagi. Akhirnya saya mantapkan diri untuk mengeksekusi. Saya minta waktu untuk mempelajari dan mempersiapkan. Tahun 2013 saya akhirnya mulai bergerak. Pertama dengan mengajak murid saya, mengenalkan dan melatih Hapkido sama mereka hingga mereka dapat lisensi sebagai pelatih. Mulai dengan sekitar 40-an pelatih yang selanjutnya disebar keseluruh Indonesia. 2014 baru secara resmi berdiri di Indonesia," urainya.
Dia meyakini Hapkido bakal menjadi kekuatan utamanya yang bisa besar di Indonesia. "Karena saya yakin makanya saya bergerak. Ada pepatah dalam beladiri, keraguan bisa membunuhmu. Saya yakin Hapkido akan long lasting di Indonesia," ujar dia tegas.
Yakin itu juga yang jadi latar belakang Hapkido Indonesia pada 2016 bisa menggelar Kejurnas. Selanjutnya 2017, Hapkido Indonesia sudah bisa kirimkan anggotanya ikut Kejuaraan dunia di Australia. Dengan sudah mengikuti berbagai kejuaraan, niat mereka masuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) lebih lancar.
Hidup Kedua
Lama menggeluti Taekwondo, lebih spesifik dia sebut Hapkido sebagai hidup keduanya. Berkaca pada siklus hidup burung elang. "Banyak yang tidak tahu kalau elang itu hidup dua kali. Saat sudah jadi elang dewasa dan sempurna, ada momen dimana dia akan menyepi, merontokkan seluruh bulunya, bahkan mematahkan paruh dan cakarnya. Lewati proses menyakitkan dan penuh makna tersebut menjadi proses kelahiran kedua dari elang. Begitu juga Hapkido buat saya," katanya penuh makna. Elang juga yang menjadi dasar pemberian nama pada dojang Taekwondo miliknya, Eagle Spirit Taekwondo Academy di Yogyakarta.
Iklim diluar negeri tidak mengenal pembatasan pembelajaran beladiri. "Diluar sana nggak ada peraturan ikut bela diri ini nggak boleh lagi ikut beladiri lain. Itu yang membuat berbagai beladiri terus hidup. Sekarang lihat di media sudah ada mix martial arts. Kemarin saya jadi juri di Uni Emirat Arab, disana Karate digabung sama Taekwondo and its work. Berjalan dengan baik dan berkembang," lanjutnya. Itu sebabnya hingga sekarang aktif di Taekwondo dan Hapkido bisa dijalankannya secara beriringan.
Master Yoyok tidak mau sebut secara spesifik nama beladiri terbaik di bumi ini. "Bela diri yang terbaik adalah beladiri yang bisa dipakai setiap saat. Tidak melulu lewat gerakan beladiri misalnya tapi juga lewat pola pikir dan etika," katanya.
Aktif melatih Hapkido dan membentuk Pengda di seluruh Indonesia bisa dilakukan sejalan dengan menjabat sebagai pengurus Taekwondo internasional. Itu masih ditambah jadi penasehat Taekwondo Indonesia. Diluar kesibukan jadi Kyeorugi Referee - Vice Chairman di World Children Taekwondo Union (WCTU), Founder Eagle Spirit Taekwondo Academy di Yogyakarta dan International Master Instructur serta International Referee World Taekwondo Federation. "Istri saya sempat ngomel juga. Dia bilang rumah jadi kayak halte bis dibandingkan rumah tinggal," katanya sambil tertawa.
Sekilas Mirip Aikido
Sekilas Hapkido mirip dengan Aikido. "Iya, sekilas mirip. Tapi Aikido bermain diareal menyalurkan tenaga lawan, lebih lunak. Hapkido selain lunak juga bermain keras, lebih mirip beladiri Young Modoo. Dari nama juga mirip dengan Aikido. Hap adalah harmoni dan Ki adalah tenaga jadi Hapkido adalah seni mengharmonikan tenaga," masih kata pria yang terlihat sangat bugar diusia lebih setengah abadnya.
Bela diri Hapkido mengajarkannya arti kekuatan untuk melepaskan. "Kekuatan terbesar itu adalah kekuatan untuk melepaskan, bukan kekuatan untuk mendapatkan. Suatu saat tiap orang pasti hadapi momen untuk melepaskan. Dan momen itu tidak pernah sama. Seperti maaf, kita gampang minta maaf. Tapi untuk memberi maaf antara hati dan mulut bisa berbeda," ungkapnya lagi.
Hapkido merupakan beladiri yang bersifat aplikatif. "Artinya proses pembelajaran harus ketemu muka dan praktek langsung.Not a kind of martial arts that you can learn from youtube for example. Hapkido melatih mind, body and soul. Itu satu paket yang utuh dan nggak bisa dipisah," ujarnya.
Itu sebabnya pelatih dan dojang (pusat latihan) Hapkido punya aturan ketat. "Tahun ini boleh dibilang permintaan pendirian dojang dan pelatih dari daerah itu terus ada. Tapi kami nggak bisa asal membuka dojang baru. Calon pelatih langsung saya latih. Dalam pelatihan itu dinilai bagus tidak dia melatih. Kalau lolos, ikut ujian sertifikasi dari Pengurus Pusat Hapkido Indonesia. Mau ambil sabuk hitam sebagai Master maka harus ikut ujian langsung di Korea Selatan," katanya menjelaskan.
Ingat, lisensi sebagai pelatih punya masa kadaluarsa. "Dua tahun sekali pelatih harus upgrade skill and licence-nya. Itu berlaku nasional dan internasional. Kebijakan ini diambil untuk update pengembangan kemampuan sebagai pelatih," tambahnya lagi.
Bukan hanya pelatih, dojang juga ada lisensinya. "Dojang berlisensi harus punya pelatih berlisensi. Lisensi menjadi tolak ukur dojang untuk latihan, misalnya luas latihan dojang. Untuk satu orang siswa minimal harus ada areal latih 3 meter. Waktu dua tahun juga jadi batas dojang untuk upgrade licence-nya," urainya rinci.
Tanpa Batasan Usia
Ingin mempelajari Hapkido tidak ada pembatasan umur. "Kami punya murid usia lima tahun. Tidak ada batasan usia. Sepanjang dia mampu ikuti gerakan maka dia bisa. Tinggal bagaimana pelatih menyesuaikan gerakan Hapkido dengan kondisi fisik dan kepentingannya. Misalnya teknik Hapkido buat seorang polisi tentu beda dengan teknik Hapkido buat kompetisi. Jadi sangat fleksibel dan tidak menuntut kelenturan tubuh atau persyaratan khusus," lanjut Kwang Jangnim (Master dalam bahasa Korea). Hapkido untuk difabel juga sedang mereka kembangkan.
Diujung wawancara, Master Yoyok sempat terdiam sejenak saat ditanya apa yang dia dapat dari mendalami beragam jenis martial arts. "Martial arts is a way of life. Sepanjang saya hidup pasti akan tetap bergelut didunia martial arts. Martial arts mengajarkan saya kalau bahagia itu sekarang, bukan kemarin bukan besok. Bahagia itu proses bukan tujuan. Bahagia itu gampang. Sikap paling penting adalah peduli pada orang lain. Orang terpenting bagi saya adalah orang yang paling dekat dengan saya sekarang. Intinya saya hidup harus bermanfaat. Itu makanya saya disebut manusia," urainya arif diakhir wawancara.(*)
Laporan wartawan Saibumi.com Saryah M Sitopu





Sumber: www.saibumi.com


Minggu, 28 November 2010

About WHMAF


WHMAF (World Hapkido Martial Arts Federation ) adalah induk organisasi Hapkido yang bermarkas besar di Seoul, Korea Selatan , yang menjadi afiliasi dari Hapkido Indonesia
Presiden WHMAF adalah Grandmaster Prof. DR. Choi Don Oh , pemegang DAN IX  Hapkido
Saat ini anggota WHMAF telah berkembang ke berbagai penjuru dunia baik di Asia, Eropa, Australia, Amerika



Sabtu, 27 November 2010

HAPKIDO Principles




HAPKIDO Principles
Principles of hapkido:
Hapkido emphasizes circular rather than linear movements. all most hapkido of all techniques should follow the three principles.
1. Nonresistance ("Hwa", 화 or 和) → (화 Hwa 和 Harmony)
2. Circle principle ("Won", 원 or 圓) → (원 Weon 圓 Circle)
3. The Water/Flexible principle ("Yu", 유 or 柳) → (유 Yu 流 Flow)
Hwa, or non-resistance, is simply the act of remaining relaxed and not directly opposing an opponent's strength. For example, the hapkido would avoid a direct confrontation by moving in the same direction as the push and utilizing the opponent's forward momentum to throw.

Won, the circular principle, is a way to gain momentum for executing the techniques. If an opponent attacks in linear motion, as in a punch or knife thrust, hapkido would redirect the opponent's force by leading the attack in a circular pattern, thereby adding the attacker's power to his own.

Yu, the water principle, can be thought of as the soft, adaptable strength of water. Hapkido is "soft" in that it does not rely on physical force alone, much like water is soft to touch. It is adaptable in that a hapkido master will attempt to deflect an opponent's strike,in a way that is similar to free-flowing water being divided around a stone only to return and envelop it.




PRINSIP TEKNIK HAPKIDO
Prinsip Hapkido :
Hapkido menekankan gerakan melingkar daripada gerakan linear, hampir semua teknik Hapkido harus mengikuti tiga prinsip .
1 . Tidak menentang ( " Hwa " , 화 atau和) → ( 화 Hwa和Harmony )
2 . Prinsip lingkaran ( " Won " , 원 atau圆) → ( 원 Weon圆Circle)
3 . Prinsip air mengalir / Fleksibel ( " Yu " , 유 atau柳) → ( 유 Yu Arus流)
Hwa , atau non - resistensi , adalah gerakan lembut / halus dan tidak langsung menentang kekuatan lawan .
Misalnya, Hapkido akan menghindari konfrontasi langsung dengan cara bergerak ke arah yang sama denganmendorong dan hanya memanfaatkan momentum ke depan lawan untuk melempar.

Won , prinsip melingkar , adalah cara untuk mendapatkan momentum untuk melaksanakan teknik .
Jika serangan lawan dalam gerakan linear , seperti dalam pukulan atau tusukan pisau , Hapkido akan mengarahkan kekuatan lawan dengan menuntun serangan dalam pola melingkar , sehingga menambah kekuatan penyeranguntuk terkena dampak serangan nya sendiri . ( menggunakan tenaga lawan )

Yu , prinsip air , dapat dianggap sebagai lembut , kekuatan beradaptasi seperti air .
Hapkido adalah "lunak " dalam hal itu tidak bergantung pada kekuatan fisik saja , tetapi seperti air yang lembut untuk disentuh.
Hal ini akan beradaptasi pada seorang master Hapkido saat mencoba untuk menangkis serangan lawan ,
dengan cara yang mirip dengan air yang mengalir bebas ( energi nya ) akan terbagi di antara bebatuan, hanya untuk kembali terkumpul dan bersatu ( untuk dapat dipergunakan menyerang balik ).


What is Hapkido?

Hapkido is a dynamic and highly eclectic Korean martial art. It is a form of self-defense that employs joint locks, grappling and throwing techniques of other martial arts, as well as kicks,punches, and other striking attacks. There is also the use of traditional weapons, including knife, sword, rope, nunchaku, cane, short stick (dan bong), and staff (bong, gun, bō) which vary in emphasis depending on the particular tradition examined.

Hapkido contains both long- and close-range fighting techniques, utilizing jumping kicks and percussive hand strikes at longer ranges and pressure point strikes, joint locks, or throws at closer fighting distances. Hapkido emphasizes circular motion, redirection of force,and control of the opponent. Practitioners seek to gain advantage through footwork and body positioning to incorporate the use of leverage, avoiding the use of strength against strength.

The character 合 hap means "coordinated" or "joining"; 氣 ki describes internal energy, spirit, strength, or power; and 道 do means "way" or "art", yielding a literal translation of "joining-energy-way". It is most often translated as "the way of coordinating energy", "the way of coordinated power" or "the way of harmony".










HAPKIDO

Hapkido adalah seni bela diri Koreayang sangat dinamis dan eklektik .
Ini adalah bentuk pertahanan diri yang memakai teknik teknik kuncian ( joint locks) , bergulat ( grappling) dan berbagai teknik seni bela diri seperti tendangan( kicks ) , pukulan ( punches ), lemparan ( throwing ) dan serangan sabetan dan tusukan ( striking ) .
Ada juga penggunaan senjata tradisional , termasuk pisau , pedang , tali , nunchaku , tongkat , tongkat pendek ( Dan bong ) , dan staf ( bong , pistol , BO) yang bervariasi dalam penekanan nya tergantung pada keperluan dan keperluan sesuai ujian nya.

Hapkido berisi baik teknik pertempuran panjang dan jarak dekat , memanfaatkan tendangan sambil meloncat dan serangan tangan pada jarak pertarungan yg lebih panjang atau pada pertarungan jarak dekat mempergunakan kuncian serta serangan pada titik jalan darahatau lemparan.

Hapkido menekankan gerakan melingkar , pengalihan kekuatan ,dan kontrol dari lawan . Praktisi berusaha untuk mendapatkan keuntungan melalui gerak kaki dan posisi tubuhuntuk menggabungkan penggunaan pengaruh pengungkitan ( untuk membuat posisi lawan tak seimbang ) dan menghindari penggunaan kekuatan dihadapi dengan  kekuatan.

Karakter
合hap berarti " dikoordinasikan " atau " bergabung " ;
æ°”ki menggambarkan energi internal semangat ,kekuatan , dan
道berarti "jalan" atau "seni " ,
menghasilkan terjemahan harfiah dari " koordinasi - energi - jalan" .
Hal ini paling sering diterjemahkan sebagai " jalan mengkoordinasikan energi " , " jalankekuatan yang terkoordinasi " atau " jalan harmoni " .

Sejarah Hapkido

Pendiri Hapkido Korea
Hapkido Grandmaster Choi , Yong Sul (1904-1986)
Sejarah Hapkido Korea dengan pendirinya, Choi.Yong Sul (1904-1986), yang hidupnya sangat dipengaruhi dengan invasi oleh Jepang pada tahun 1910 ke Korea.
Lahir di Yong Dong di provinsi Chungcheongbuk -do , Choi dibawa? oleh seorang pedagang bernama Morimoto pada usia delapan ke Jepang. Morimoto, ingin mengadopsi Choi muda. Choi namun terbukti menjadi anak bermasalah dan akhirnya dilepas di jalanan, hingga menjalani kehidupan pengemis sampai di Osaka di mana ia ditangkap oleh polisi dan dibawa ke sebuah kuil Buddha di Kyoto yang peduli untuk anak yatim . Kepala biara kuil , seorang biarawan bernama Watanabe Kintaro , merawat Choi muda selama dua tahun .

Choi memiliki masa masa sulit hidup di kuil , dan sebagai orang asing dan? miskin, sering dipukul oleh anak-anak lain dan memiliki kecenderungan untuk berkelahi. Watanabe akhirnya Choi dibawauntuk bertemu temannya Sokaku Takeda (1859-1943) , yang terkenal di seluruh Jepang sebagai pewaris dari aliran Daito-ryu aiki jujitsu.

Daito ryu aiki jujitsu didirikan oleh Yoshimitsu Minamoto pada abad ke-11,? Seni perang rahasia yang dijaga ketat dan hanya diajarkan kepada anggota peringkat tertinggi dari keluarga samurai tertentu . Pada akhir era Meiji, Tonomo Saigo (1829-1905) , adalah orang diluar hirarki yang pertama kalinya mempelajari nya kepada Sokaku Takeda.

Rumah dan dojo Takeda berada di Akira di gunung Shin Shu di mana Choihidup dan dilatih dengan master legendaris selama 30 tahun . Sokaku meninggal pada 25 April 1943.

Setelah perang dunia kedua (1939-1945) , Choi kembali ke Korea dan menetap di Taegue , ibu kota Gyeong Sangbuk -do provinsi, di mana ia memulai hidup dengan? menjual kue beras .
Pada tahun 1948 ia telah mendapatkan cukup uang untuk membeli beberapa babi .
Untuk menggemukkan babi ia membutuhkan biji-bijian , yang diperoleh dengan memompa air di Suh Brewing Company . Sambil menunggu gandum di tempat pembuatan bir ia menjadi terlibat dalam sengketa dengan beberapa pria dimana perkelahian tersebut disaksikan oleh Suh Bok Sub , ketua perusahaan dan anak dari pemilik.
Suh terkesan dengan keterampilan Choi dan mengundangnya untuk mengajar, selanjutnya Bok Sub menjadi mahasiswa pertama Choi Yong Sul .

Pada tahun 1951 Choi dan Sub bersama sama membuka dojang resmi pertama, dojang Korea Yu Kwan Sool Hapki , dan pada tahun 1958 Choi membuka dojang sendiri menggunakan nama Hapkido Pada tahun 1963 Grandmaster Choi menjadi ketua Korea Kido Association yang baru terbentuk , sebuah organisasi yang memayungi hampir semua seni bela diri Korea .

Seni bela diri tradisional serta budaya Korea, yang ditekan selama pendudukan Jepang (1910-1945), tetapi ketika perang berakhir ada kebangkitan disiplin ilmu bela diri . Banyak pelopor seni bela diri muncul , termasuk Choi Yong Sul , menciptakan kebangkitan seni bela diri Korea .

Pada selanjutnya Choi dan berbagai pengaruh para murid seniornya mulai menggabungkan teknik tendangan dan pukulan agresif beladiri Taek Kyon ke dalam gaya dasar defensif Daito-ryu , sehingga Hapkido yang sebenarnya mempunyai kesamaan dengan Aikido akhirnya menjadi seni beladiri yang memiliki teknik2 menyerang yang agresif.

Status Choi Yong Sul sebagai murid Sokaku Takeda kadang-kadang diperdebatkan . Terlepas dari posisi Choi, ia unggul di bawah arahan Sokaku Takeda & menguasai seni Daito-ryu aiki jujitsu .

Pada tahun 1982 ia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat , mengunjungi berbagai sekolah beladiri Korea, mengungkapkan keinginannya bahwa berbagai group yang berbeda dari Hapkido menjadi bersatu. Choi meninggal pada tahun 1986 pada usia 82 dan dimakamkan di kota Taegue.
Putranya, Choi Bok Yeol menjadi penggantinya , namun meninggal setahun kemudian pada tahun 1987 .
Pada saat itu tidak ada pengganti lainnya yang ditunjuk, sehingga hal inilah yang mempengaruhi juga makin merebaknya berbagai gaya Hapkido didunia.


Tentang World Hapkido Martial Arts Federation ( WHMAF )


News Update